KesehatanNewsPenyakitVirus

Kutu Busuk Mewabah Di Singapura

Kutu Busuk Mewabah Di Singapura – Wabah kutu busuk (bedbug) dilaporkan mulai mewabah di Singapura, setelah membuat kegaduhan di Prancis dan Korea Selatan. Indonesia sebagai negara tetangga Singapura di harapkan dapat memerhatikan kebersihan atau sanitasi terhadap serangan kutu busuk.

Peneliti Global Health Security Dicky Budiman menyebut, kutu busuk yang bernama ilmiah Cimex lectularius juga ada di Indonesia. Bahkan ada variasi penyebutan nama kutu busuk di Indonesia dalam bahasa Jawa dan Sunda.

“Untuk diketahui, di Indonesia ada juga kutu busuk. Kalau dalam bahasa Jawa namanya tinggi. Kalau saya kan dari Sunda, jadi nyebut kutu busuk itu namanya tumbila,” kata Dicky baru-baru ini.

Jaga Kebersihan di Panti Jompo dan Sekolah

Agar kutu busuk tidak mewabah di Indonesia, Dicky menekankan pentingnya menjaga kebersihan di beberapa tempat, utamanya panti jompo dan sekolah.

“Dalam konteks Indonesia ya kita bangun literasi soal kutu busuk. Lalu pada lokasi-lokasi, tempat-tempat seperti panti jompo atau sekolah di biasakan adanya upaya membersihkan dan meningkatkan sanitasi serta personal hygiene maupun kebersihan lingkungannya,” tegasnya.

Berkaitan dengan kutu busuk, sebuah penelitian tahun 2015 melaporkan, 58 persen profesional hama di Amerika Serikat (AS) mengalami serangan hama ini di panti jompo, 36 persen di rumah sakit, dan 33 persen di kantor dokter.

Kutu busuk sendiri termasuk insekta pengisap darah. Kutu busuk aktif di malam hari dan mengisap darah manusia saat manusia tertidur.

Tempat Kutu Busuk Bersembunyi

Kutu busuk biasanya bersembunyi atau hidup di lipatan kasur, celah kayu, bantal, dan tempat lembab serta gelap yang kurang terkena sinar matahari.

“Cimex ini bersembunyi saat siang hari pada celah sempit tadi atau retakan dan aktif di malam hari. Satu ekor Cimex dapat menghisap darah manusia itu 10-15 menit dan biasanya anak-anak, wanita dan juga lansia ya,”

“Jadi yang mobilitasnya kurang lebih berisiko di gigit. (Gigitan) Kutu busuk ini juga berkaitan dengan ketebalan kulit dari manusia itu sendiri.”

Sampai saat ini, belum ada penyakit yang di tularkan dari kutu busuk.

“Syukurnya, sejauh ini belum terdeteksi penyakit yang bisa di tularkan ya oleh tumbila atau gigitan kutu busuk. Tapi menyebabkan gangguan kenyamanan, termasuk orang yang alergi,” Kutu Busuk di Singapura

Ahli entomologi Joachim Lee mengatakan, di Pestbusters, Singapura terjadi peningkatan setidaknya 10 hingga 15 persen dalam jumlah pertanyaan dan kasus kutu busuk selama enam bulan terakhir.

“Jumlahnya terus meningkat dan saya menduga jumlahnya mungkin masih sedikit meningkat karena musim liburan sudah dekat,” kata Joachim, di kutip dari Channel News Asia.

Jaga Kebersihan Barang

Manajer penjualan perusahaan pembersih hama, Pierce Chan, mencatat bahwa ada potensi kutu busuk menjangkit secara global, yang mana Paris dan Korea Selatan lebih dulu mengalaminya.

Namun, wisatawan yang bepergian ke belahan dunia mana pun perlu waspada.

“Kebersihan pribadi merupakan faktor yang sangat penting. Tinggal kita mewaspadai tempat-tempat yang kita datangi, terutama kamar hotel dan barang-barang yang akan kita bawa dari luar negeri,” pesan Pierce.

Ia juga memperkirakan jumlah infeksi akibat kutu busuk akan meningkat sebesar 20 hingga 30 persen pada kuartal pertama tahun 2024. Hal itu bisa terjadi setelah orang-orang kembali dari perjalanan ke luar negeri selama liburan sekolah pada bulan Desember nanti.
Kekhawatiran Kutu Busuk di Korea Selatan

Sementara itu, pejabat di Korea Selatan mengatakan, bahwa pemerintah saat ini sedang berkolaborasi dengan perusahaan pengendalian hama swasta untuk mendapat pemahaman lebih komprehensif mengenai situasi wabah kutu busuk.

Pemerintah Korea Selatan begitu khawatir sehingga mempercepat impor jenis pestisida baru jika pestisida yang sudah tersedia di negara tersebut tidak cukup kuat untuk membasmi kutu busuk.

Di kutip dari CNN, perusahaan pengendalian hama di Korea Selatan melaporkan, mereka di banjiri permintaan bantuan, sedangkan beberapa situs web telah membuat bagian khusus untuk mengatasi masalah tersebut. Mereka menawarkan medium yang memungkinkan pengguna berbagi tips tentang cara menangani hama.

Sarannya mulai dari menghindari bioskop hingga berdiri di transportasi umum. Beberapa komentar mencerminkan ketakutan dan kebingungan masyarakat yang sudah bertahun-tahun tidak perlu menangani jenis hama ini.

Dalam perdebatan online, banyak warganet yang merasa khawatir, bahkan lebih takut dengan kutu busuk di bandingkan Covid-19.

Wabah yang terjadi saat ini kemungkinan akan jadi lebih buruk sebelum membaik kembali, kata para ahli, yang percaya bahwa penyebab utama kekhawatiran ini adalah ketakutan masyarakat akan stigma jika mereka tergigit.

Judul Berita :Kutu Busuk Mewabah Di Singapura

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *